naskah 1.
MENJADI WANITA MUSLIMAH ADALAH DAMBAAN KAMI
Menjadi wanita muslimah, saya kira ini adalah dambaan setiap wanita. Ah, saya jadi teringat kepada kakak kelas saya di SMA yang sekarang ini telah menjadi mahasiswi. Ia dijuluki “teteh cantik” oleh para adik kelas, karena memang kecantikannya memancar kuat dari aura dirinya, pakaiannya yang syar’i, juga keindahan akhlaknya. Saya jamin deh, di SMA saya tak ada seorangpun wanita yang tak iri padanya. Bukan iri dalam arti negatif loh.. tapi iri dalam artian “kapan ya saya bisa jadi seperti dia?” mengundang decak kagum setiap orang yang memandangnya.
Hey girls.. jangan cuma sekedar mengagumi dan iri aja dong..!! kita juga bisa kok menjadi seperti “teteh cantik” itu. Gimana caranya? Let’s check it out!!
1. Niat dulu..
Yang pertama dan yang paling utama yaitu niat. Sesuai dengan hadist ini:
“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut” (HR. al-Bukhāriy dan Muslim)
Niatkanlah perubahan atau hijrah diri kita ini lillahita’ala, hanya untuk Allah, hanya demi Allah, bukan untuk urusan dunia, bukan untuk mendapat pujian dari orang lain “eh, sekarang dia udah alim loh!!”, bukan, bukan itu.. Tapi pujian dari Allah yang kita harapkan. Bukan pula demi mendapatkan perhatian dari sang pujaan hati, tapi demi mendapatkan perhatian dari Allah semata.
Mari.. bulatkanlah tekad, fokuskanlah niat, hanya demi Allah..
2. Berpakaian Syar’i
Ah, pasti gak gaul! Ketinggalan zaman! Eits, nanti dulu.. Kalian perlu tau tentang ini, karena ini adalah suatu kewajiban bagi wanita muslimah. Jangan asal nge-judge begini - begitu, kalian harus mencobanya dulu.. Dimulai dari sekarang dan rasakan perubahannya!
Jangan takut dan khawair kecantikan kalian akan akan tertutupi bersamaan dengan tertutupnya aurat kalian. Tidak akan!! Malah aura innerbeauty yang ada di dalan diri kalian akan semakin terpancar.. Percaya deh!!
Lalu sebenernya yang kaya gimana sih pakaian syar’i itu??
a. Menutup seluruh bagian tubuh kecuali muka dan telapak tangan
Nah, berarti kaki dan pergelangan tangan juga termasuk aurat. Coba deh mulai pakai stocking atau kaus kaki kalau kita keluar memakai sendal. Dan jangan pakai baju yang lengannya ¾, lengan baju harus panjang menutupi seluruh bagian tangan kita.
b. Kerudung menutupi dada
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surat Annur(24)ayat 31:
Katakanlah kepada wanita yang beriman: " Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya, dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya...”
c. Kainnya tebal
Ini nih yang sering disepelekan. Kita ambil saja anak SMA sebagai contoh atau sample. Tau kan pakaian wajib anak SMA? Yap, kemeja putih dan rok abu-abu. Yang jadi permasalahan disini adalah kemeja putihnya. Loh kok? Emang kenapa?
Soalnya dari kemeja putih itu bisa terlihat (keterawang) afwan ya, kaus dalam para siswi.
Percuma kan pakai kerudung kalau kaus dalamnya masih keterawang? Terus gimana dong? Saya sarankan untuk para siswi agar memakai baju atau manset sebelum memakai kemeja putih. Mungkin mulanya agak kurang nyaman, tapi kalau sudah lama nantinya akan terbiasa kok!
d. Tidak ketat dan menggambarkan bentuk tubuh
Gak mau kan tubuh kita jadi bahan khayalan para cowok yang berfikiran kotor? Untuk meminimalisir kemungkinan tersebut, pakailah pakaian yang longgar, tidak menonjolkan keindahan lekuk tubuhmu.
e. Tidak memakai harum-haruman yang menyengat yang dapat tercium oleh orang banyak
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda.
“Setiap wanita mana saja yang memakai wangi-wangian lalu dia berjalan melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau wanginya itu, berarti dia telah berzina”. [Hadits ini Shahih. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (IV/414). Juga diriwayatkan Abu Daud (4173). Imam Tirmidzi (2786). Imam Nasa'i (VIII/153) melalui Ghanim bin Qais, dari Abu Musa Al-Asy'ari]
f. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
Mulailah membiasakan diri untuk memakai rok karena rok adalah pakaian khas seorang wanita. Rok juga tidak membentuk kaki kita seperti halnya celana.
Nah, udah tau kan bagaimana berpakaian syar’i? Sekarang saatnya mencoba.
Selamat mencoba J
3. Keindahan Akhlak
a. Menjaga pandangan
b. Meminimalisir bersentuhan kulit dengan lawan jenis
c. Tegaslah dalam berbicara, jangan membuat-buat suara manjadi manja
d. Malu bukanlah sifat yang buruk, justru malu adalah perisai yang dianugerahkan Allah untuk melawan syaithan dan nafsu
e. Me-manage rasa
Mengutip dari salah satu buku favorit saya, Agar Bidadari Cemburu Padamu :
“Saat kemampuan menikah belum ditangan, biarlah cinta berekspresi menjadi keshalihan, perbaikan diri hari demi hari..”
Sekian ukhti, semoga artikel ini bermanfaat untuk perbaikan diri. Untuk ikhwan, semoga artikel ini juga bermanfaat sebagai pedoman mencari wanita muslimah sebagai pendamping nanti J
Sungguh, sayapun masih belajar untuk menjadi wanita muslimah, untuk membulatkan niat lillahita’ala, untuk berpakaian syar’i, dan mengindahkan akhlak. So, mari kita belajar dan saling mengingatkan ukhti..!!
naskah 2
Remaja Masa Kini
Dunia remaja, adalah dunia gemerlap, dunia penuh warna dan sensasi, serta misteri. Siapapun pasti menyimpan beribu kenangan pada waktu remaja dalam memorinya. Entah itu kenangan positif, maupun kenangan negatif.
Namun, sadarkah kalian jika remaja masa kini jauh berbeda dengan remaja masa lalu? Pada masa lalu, para remaja selalu berusaha untuk membanggakan orangtuanya, berusaha mencari nafkah sendiri, dan selalu aktif dalam organisasi apapun guna mencari jati dirinya. Sementara pada remaja masa kini, apa yang ada dibenak mereka? Mereka selalu menggunakan sisa waktunya hanya untuk bersenang-senang. Mereka merasa masa remaja harus digunakan untuk kesenangan apapun.
Coba kita lihat gaya pacaran anak muda masa kini, mereka selalu berduaan kemanapun. Tempat sepi nan gelap pun menjadi tempat sasaran mereka. Tak tahukah mereka bahwa diantara mereka ada makhluk tak terlihat? Makhluk yang selalu menggoda dua sejoli untuk bergandengan, berpelukan, berciuman, bahkan berhubungan intim? Para remaja masa kini sangat sering menyalahartikan pacaran. Kegiatan yang mereka lakukan seperti ini
bukanlah pacaran, melainkan sebuah pelecehan! Jika memang saling sayang, mengapa saling menjatuhkan?
Kegiatan yang para remaja suka melakukannya, apalagi ketika stress adalah mengkonsumsi obat-obatan terlarang, minum-minuman keras, serta seks bebas. Well, mungkin yang mereka rasakan saat ini adalah ‘nikmat’. Namun, bagaimana pada akhirnya nanti? Apakah sama ‘nikmat’nya dengan sekarang? Tentu tidak. Mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan minum-minuman keras dapat menyebabkan sirosis. Sementara seks bebas dapat menyebabkan HIV/AIDS. Siapa yang akan rugi dikemudian harinya?
Dari beberapa gaya hidup para remaja masa kini, dapat disimpulkan bahwa mereka tidak pernah berpikir panjang, serta berpikiran dewasa. Mereka hanya mementingkan kesenangan dimasa kini sementara the end of story tidak mereka pertimbangkan sama sekali. Inilah perilaku remaja masa kini, perilaku yang dapat merusak moral bangsa.
naskah 3.
Assalamuallaikum ,
Mungkin ini bukan artikel, tapi siapa yang bisa menyagkal bahwa setiap kisah dan kjadian slalu menyimpan ikmah yg harga nya tiada tara.
Begini cerita nya, Gue bukan anak yang tau dunia luar yang isinya anak-anak muda dengan sejuta kesenangan mereka , tapi gue kan cupu-cupu gini punya temen . yah seenggaknya gue tau sedikitlah tentang gmna pergaula anak muda jaman sekarangg.Langsung aja yah , amatiran soalnya (ckckck) .Disini gue mau ambil contoh temen smp gue , gue ceritain dulu yah gmna temen gue itu.
Dia lumayan anak yang baik , dan dewasa menurut gue karena diantara temen-temen gue segenk, (`genk-genk ngan` salah satu gaya temenan anak.anak jaman sekarang tuh , yang mereka anggep ngga yaman ngga nyambung dan nggak berguna bagi yang lainnya pastii bakal disinggkirin dari genk itu , ngga guna sebenernya genk.genk ngan tuh Cuma saling manfaatin doang hidupnya, mending dalam hal yang bener kebanyakan sih ngga benernya, banyak kejadian pasti dalam genk tuh ada satu anak yang dijadiin robot pemanfaatan , sedih kalo inget orang-orang yang mengatasnamakan persahabatan padahal ujung-ujungnya manfaati doang, kepentingan lebih utama dari pada kesetiakawanan) . sory jadii ngelantur ngomongin genk , sebenernya tulisan aku ini ngga aku jadiin lomba aku Cuma penge curhat ajaa sama kamu . haha .
Balik lagi ketemen smp, ya.alloh pokonya mah sumpah deh ngga nyangka banget temen smp gue yang dulu suka nasehati gue baru ajaa ngelahirin anak pertamanya dari hasil hubungan kesenanngannya sma pacarnya ( kesenangan yang ngga HALAL ) . padahal dia sekolah disekolah yang mempunyai imej baik . seseorang yang berada di lingkungan yang baik pun ngga menjamin dia akan jadi baik.
Ganti topic lagi yah. Masi sma sih intinya tentang pergaulan bebas juga.
Baru aja kemaren ini temen gue cerita kalo ada anak SMP , yang terjerat kasus yang sma dia hamil akibat dari hubungan kesenanganya sama pacarnya bukan suaminya :D ( lagi-lagi ngga HALAL ) . setelah ditanya lo tau ngga sih , ternyata si anak itu ngaku bahwa setiap dia pacaran dia pasti ngelakuin hubungan kesenangan ituh yang selayaknya dilakuin sma suami . bayangin dia masii SMP uda kaya gtuh . ooh tuhan betapa bejatnya moral anak jaman sekarang . sebenernya nggak bisa langsung nyalahin si anak juga sih , dia seperti itu pasti ada factor pendorongnya kn . selainya lingkungan luar menurut gue lingkungan keluarga itu paling berpengaruh terhadap perkembangan pola pikir dan moral seseorang . mungkin banyak kasus kaya gtu kalo si anak ditanya dia pasti jawab karena tertekan oleh didikan orang tua yang terlalu mengekangnya . sekarang gini deh tujuan orang tua ngekang anaknya juga pasti pengen anaknya itu menjadi baik, menurut gue sih didikan orang tua tuh ngga ada yang salah karena kalo misalnya slah allah ngga kan nempatin surga dibawah telapak kaki ibu kita , nggak mungkin kan apa yang di inginkan oleh surga yang dibuat allah ( ibukita) salah . semuanya ituh tergantung gimana si anak bisa menerima dan menerapkan dengan baik aturan yang dikasii orang tuanya . disini gue ngerasain sendiri gmna didikan orangtua gue yang mungkin menurut anak-anak jaman sekarang itu uda kuno dan kolot banget . bayangin yah gue ngga pernah diizinin keluar malem sekalipun mainnya bareng-bareng. Nah sedangkan anak jaman sekarang mana mau kaya gtuh orang hidup mereka tuh kan siang jadi malem malem jadi siang . tapi liat deh apa manfaat peraturan orangtua gue itu , nyampe sekarang gue ngga bunting akibat kesenangan yang salah ituh, gue yakin nanti juga ada saatnya ko orangtua ituh bakalan kasii kepercayaan lebih sma anaknya , orangtua ngekang kita tuh karena mereka bertanggung jawab penuh akan diri kita . tapi yah dari masalah tentang orangtua ini , jaman sekarang malah udah banya anak yang nggak pernah ngehargai orangtuanya . coba deeh lo dateng ke kampong gue( haha ngga penting ), cuman gara-gara nggak dikasii jajan doang anak berani bilang `anjing` sama oarangtuanya sendiri . oohh nggak nyadar apah tuh anak kalo nggak diberojolin sma emaknya mana bisa tuh dia ada sekarang , pas udah diberojolin malah beranibilang anjing sma orangtuanya sendiri , kebayang ngga sih sakithatinya tuh orangtua .
Kayanya semua maslah yang ada di anak-anak jaman sekarang tuh akarnya karena nggak pada ngehargain orangtuanya sendiri deh .
Mulai sekarang gue juga bakalan lebih menghargai orangtua gue ah, ngga mau bikin semua pengorbanan mereka buat gue sia.sia.
Lebih parah lagi kalo liat gaya hidup mereka yang serba pengen berkecukupan padahal maksa nggak pada pernah mau tau giman orangtuanya susah payah nyari rizki buat mereka .
Sekarang tuh yh yang sering d.bilang tren itu , kebanyakan sesuatu yang salah karena tapi banyak yang ngelakuinnya malah d.anggep tren dan keren .
Giilaaa locc :D
Contohnya yah, gaya hidup mewah , tau sendiri jaman sekarang apa.apa serba canggih , tapii kan buat ngikuti jaman yang canggih itu butuh biaya , kebanyakan malah jadinya pada maksa , belakangan ini disekolah gue ajaa lagi rawan banget laptop ilang , astagfirullah sekolah yang katanya elit dan isinya anak-anak intelek masa nyopett sih .
Ituh tuh dampaknya teknologi yang makin maju , banyak anak yang ngga bisa lawan rasa kepengen dihatinya buat milikin barang mewah dan akhirnya malah nyuri.
Kalo udah kaya gitu, masa mau salahin lagi orangtua yang ngga mampu menuhin kebutuhan anaknya ?
Hoalahh . gmna anaknya juga kalii ituh mah .
Coba buat dewasa jalanin hidup di masa yang serba gila ini . jangan cuman mengeluh dan buntu buat cari cara yang baik ngadepin hidup ini .
Yang gue bahas ini cuman dari segi negatifnya , masii banyak ko anak-anak jaman sekrang yang gaya hidup dan pemikirannya bisa kita jadiin contoh .
Yang nggak pernah buntu buat cari cara terbaik dihidup ini .
Contohnya yang menurut gue sih yang ngadain lomba nulis ini nih . haha
Nah makanya harus pinter.pinter cari jalan yang terbaik buat kita semua yah.
Saling mendoakan ajaa . dan tetep berusaha .
Ngga berharap menang , yang penting aku uda coba dan bisa lawan rasa males yang dari dulu.dulu pacaran mulu sma diri aku 
Makasii .
Assalamuallaikum
naskah 4.
Perilaku Remaja
Di dunia yang serba modern ini ternyata dapat menyihir gaya hidup, pemikiran dan sikap mereka. Imbas paling besar adalah kepada para kaula muda saat ini, gaya hidup modern yang mengikuti arus globalisasi dari negara barat telah mengubah sikap mereka menjadi manusia yang haus dengan hal- hal masa kini dan mencari segala sesuatu yang serba instan. Hal seperti inilah yang membuat pemikiran mereka tidak berkembang menjadi anak manusia yang dewasa akan tetapi menjadi manusia yang kekanak-kanakan, yang tidak memikirkan kehidupan mereka kedepannya akan seperti apa.
Pada masa pubertas saat seorang remaja sedang mencari jati diri mereka, mereka yang masih berfikir dangkal atau kekanak-kanakan mungkin akan terkena arus-arus buruk yang sekarang sedang merajalela di kehidupan ini. Mereka akan terbius oleh kenikmatan sementara yang mungkin kedepannya akan berimbas buruk kepada mereka. Seperti : hamil diluar nikah, masuk penjara, yang lebih parahnya mungkin bisa sampai meninggal dunia.
Jakarta, 25 Mei 2010. Berita ”32 Persen Remaja Indonesia Pernah Berhubungan Seks” yang disiarkan MetroTV pada acara ’Metro Siang’ 17 Mei 2010 menyuburkan stigma terhadap remaja karena sama sekali tidak ada pembanding dengan perilaku seks di kalangan dewasa, khususnya suami-suami.
Belakangan ini berbagai masalah sosial selalu menyudutkan dan memojokkan remaja. Apakah dalam berbagai macam masalah terkait remaja itu tidak ada andil kalangan dewasa? Dari berbagai ceramah, diskusi, dan berita ternyata semua dibebankan kepada remaja. Ini mengesankan kalangan dewasa adalah orang-orang yang, maaf, bermoral sehingga mereka memotret remaja, yang notabene produk mereka, dengan moralitas diri mereka sendiri.
Data yang disampaikan dalam berita itu merupakan kesimpulan survai Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta, Surabaya, dan Bandung dengan hasil: 32 persen remaja usia 14 hingga 18 tahun di kota-kota tersebut pernah berhubungan seks.
Pertanyaan yang sangat mendasar adalah: Apakah data itu merupakan fakta empiris atau hanya sekedar pengakuan para remaja yang menjadi responden? Ada beberapa ‘penelitian’ (mereka sebut demikian ternyata hanya angket atau polling) yang ‘menghebohkan’ tentang seks. Ternyata ada kesan responden hanya sekedar mengisi karena takut dikatakan ‘kuper’, dll.
Disebutkan ”Dari survei KPAI diketahui, muatan pornografi yang diakses via internet sebagai salah satu pemicunya.” Data yang disampaikan adalah ”97 persen perilaku remaja diilhami pornografi di internet.” Lagi-lagi ini tidak realitas sosial karena tidak ada pembanding yaitu remaja di kota atau desa yang tidak mempunyai jaringan internet. Selain itu apakah orang dewasa tidak terpengaruh pornografi di internet? Lalu, berapa persen remaja putri yang menjadi responden yang melakukan hubungan seks dengan laki-laki dewasa? Sayang data ini tidak ada.
Pertanyaan berikutnya: Apakah pornografi di internet otomatis mendorong remaja melakukan apa yang mereka lihat di layar monitor? Kalau memang jawabannya YA, ini fakta baru. Ada baiknya pemerintah menyediakan situs khusus agama sehingga remaja yang mengaksesnya langsung mengubah perilaku menjadi orang yang taat. Hal yang sama terjadi terhadap siaran televisi. Ketika televisi swasta mulai menjamur ada pula anggapan bahwa siaran televisi otomatis mempengaruhi perilaku. Nah, kalau begitu sediakan tayangan agama rutin agar masyarakat kita lebih agamis.
Sebuah kasus perkosaan di Bogor, Jawa Barat, di tahun 1990-an melibatkan seorang remaja. Di kantor polisi dia mengaku memperkosa karena terangsang ketika menonton film di bioskop (sekali lagi bioskop). Pertama, film di bioskop sudah lolos sensor BSF. Kedua, film diputar di bioskop biasa. Ketiga, film diputar di bawah pukul 12 malam. Keempat, yang menonton film banyak.
Ketika itu saya bekerja sebagai wartawan di Tabloid ”Mutiara”. Saya mewawncarai seorang psikolog di UI terkait dengan alasan remaja tadi yang dikatakannya menjadi faktor pendorong untuk memperkosa. Psikolog yang saya wawancarai mengajak untuk memakai nalar. Kalau film yang ditonton anak muda itu dengan banyak orang bisa mendorong yang menontonnya langsung melakukan hubungan seks tentulah semua yang menonton malam itu bersama si pemuda akan memperkosa juga. Tapi, faktanya hanya dia yang memperkosa. Belakangan dalam penyidikan polisi terungkap bahwa pemuda tadi sudah lama mengintip gadis yang diperkosanya. Maka, dia mencari kesempatan dan alasan untuk melampiaskan niatnya.
Di bagian lain disebukan pula ” …. 21,2 persen remaja putri di Indonesia pernah melakukan aborsi.” Ini pun diragukan karena penelitian Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) di sembilan kota di Indonesia pada tahun 2000 menunjukkan 87 persen tindakan aborsi yang terjadi di Indonesia dilakukan wanita bersuami dan hanya 13 persen yang dilakukan wanita belum menikah. Penelitian ini sangat komprehensif karena kerja sama dengan polisi sehingga data akurat.
Ada lagi pernyataan dalam berita: ” …. bahaya human immunodeficiency virus (HIV) akibat seks bebas.” Wah, ini ngawur. Ngaco. Istilah ’seks bebas’ sendiri adalah ngawur karena merupakan terjemahan bebas dari free sex yang justru tidak ada dalam kosa kata Bahasa Inggris. Kalau ’seks bebas’ diartikan zina maka lagi-lagi pernyataan itu ngawur karena sama sekali tidak ada kaitan langsung antara ’seks bebas’ dengan penularan HIV.
Dalam wawancara yang disiarkan MetroTV terkait dengan data ini ada dua narasumber yaitu Arist Merdeka Sirait (KPAI) dan dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG. Karena menyangkut penyaluran dorongan dan hasrat seks sebagai anugrah Ilahi sama sekali kedua narasumber ini tidak memberikan jalan keluar. Misalnya, menyebutkan cara-cara yang mereka lakukan dahulu ketika remaja sehingga tidak melakukan ’seks bebas’.
Hasrat seks tidak bisa diganti (substitusi) dengan kegiatan lain. Soalnya, selama ini ada anjuran dari berbagai kalangan dewasa agar remaja melakukan kegiatan yang ’positif’ untuk menyalurkan dorongan seks. Ini juga anjuran yang moralistik dengan baju kemunafikan karena secara biologis dorongan seks hanya bisa disalurkan melalui hubungan seks atau benuk-bentuk lain yang tetap terkait langsung dengan alat kelamin. Celakanya, ada wacana untuk membuat regulasi larangan masturbasi. Edan. Padahal, masturbasi merupakan penyalurah dorongan seks yang terhindar dari ’seks bebas’, IMS (infeksi menular seksual, seperti sifilis, GO, klamidia, virus hepatitis B, dll.) serta HIV.
Selama kita tetap menghujat remaja dengan kaca mata moralitas dewasa maka selama itu pula remaja tidak mempunyai jalan keluar untuk mengatasi hasrat dan dorongan seks mereka. Sementara kalangan dewasa dengan leluasa menyalurkan dorongan seksnya selain dengan isteri melalui poligami, perselingkuhan, dll. Remaja dihujat sehingga mereka tertekan karena tidak bisa menyalurkan hasrat seksnya.
Dalam kehidupan pertemanan, remaja saat ini 95% hanya ingin berteman dengan orang-orang yang sejajar dengan mereka. Mereka selalu hidup berkelompok. Dan hidup berkelompok inilah membuat banyak permasalahan. Apalagi saat membicarakan tentang perbedaan antar mereka, perbedaan dan gaya hidup yang semakin modern bisa membuat mereka yang lebih mengenal tentang gaya hidup melecehkan orang-orang yang tidak terlalu mengenal atau terimbas oleh gaya hidup modern ini.
Emosional remaja sekarang ini tidak bisa dikendalikan, dalam melakukan pekerjaan apapun atau menghadapi masalah apapun mereka tidak bisa menyangkal emosi mereka sehingga keegoisanlah yang menjadi panutan bagi mereka, tidak ingin kalah dengan orang lain, ingin selalu menjadi yang pertama, ingin selalu dimengerti tanpa ingin mengerti sekitarnya.
Keegoisan pun menutup kepedulian antar sesama, mereka menjadi acuh antar sesama dan berjalan masing-masinng tanpa memikirkan orang lain. Solidaritas menjadi luntur dikarenakan keegoisan yang sudah menjalar dalam pemikirannya.
Moderenisasi juga dapat mengubah para remaja dalam segi agama, dengan adanya teknologi yang canggih membuat mata hati mereka digelapkan oleh kecanggihan barang-barang, dan acara yang ada saat ini.
Mereka mengenal Tuhan mereka, tapi tidak menjalankan apa yang diperintahkan oleh tuhannya. Mereka yang mempunyai keinginan yang besar untuk bebas menjadi salah jalan karena tidak meyakini sepenuhnya kehadiran sang pencipta.
Survei investigasi ini meneliti hubungan antara identitas agama dan perilaku merokok di sampel remaja yang lebih tua memasuki universitas di Beirut, Lebanon. A culturally appropriate item of religiosity was developed for data collection. Item yang sesuai dengan budaya religiusitas dikembangkan untuk pengumpulan data. Results suggest that religious identity is inversely associated with regular smoking among male and female adolescents, after adjusting for sociodemographic, behavioral, personal, and environmental risk factors. Hasil menunjukkan bahwa identitas keagamaan berbanding terbalik dikaitkan dengan merokok biasa di kalangan remaja laki-laki dan perempuan, setelah disesuaikan untuk faktor resiko sosiodemografi, perilaku, pribadi, dan lingkungan. The pattern of associations between weak religious identity, other risk factors, and smoking suggests that risk mechanisms may be gender-differentiated. Pola asosiasi antara identitas keagamaan lemah, faktor risiko lainnya, dan merokok menunjukkan bahwa mekanisme risiko mungkin yang membedakan jender. Overall, findings suggest functional religiosity in late adolescence may assist in promoting the health and decreasing the morbidity of both men and women. Secara keseluruhan, temuan menunjukkan religiusitas fungsional di akhir masa remaja dapat membantu dalam mempromosikan kesehatan dan mengurangi morbiditas dari laki-laki dan perempuan. Implications for future research are discussed. Implikasi bagi penelitian di masa depan dibahas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar